Hinet Internet Cepat 4G LTE
Fakta Sumpah Pemuda yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Sumpah Pemuda yang Perlu Kamu Tahu

Fakta Sumpah Pemuda yang Perlu Kamu Tahu – Pada Kongres Pemuda II yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 27-28 oktober 1928, lahirlah Sumpah Pemuda yang dibacakan dalam kongres tersebut. Kongres ini melalui tiga rapat yang diselenggarakan di tempat yang berbeda-beda yaitu rapat pertama di Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng), rapat ke dua di Oost Java Bioscoop Koningsplein Noord (sekarang di jalan Medeka Utara) dan rapat ke tiga di gedong Indonesisch Clubgenouw kramat 106. Pada rapat ke tiga itulah mulai dibacakan sumpah pemuda. Tahukah Hinet Lovers jika ternyata Sumpah Pemuda menyimpan berbagai macam fakta unik yang sayang untuk dilewatkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Didominasi Bahasa Belanda

Tahukah Hinet Lovers, jika kongres Sumpah Pemuda dilaksanakan dengan sangat serius dan tegang. Hal ini dikarenakan kongres ini diawasi langsung oleh polisi Belanda, tidak heran ini yang menjadi salah satu penyebab mengapa bahasa Belanda paling mendominasi. Salah satu pesertanya adalah Situ Soendari yang menyampaikan pidato dalam bahasa Belanda di kongres itu. Bahasa Belanda tidak hanya mendominasi pada percakapan saja akan tetapi tulisan juga didominasi oleh bahasa Belanda.

2. Naskah Sumpah Pemuda Hanya Ditulis Oleh Satu Orang

Memiliki peran yang cukup penting sebagai sekretaris di kongres Sumpah Pemuda, Mohammad Yamin tidak pernah absen dari rapat marathon yang di gelar pada 27-28 oktober 1928 ini. Sebagai seorang sekretaris, ia memiliki tugas untuk mengambil kesimpulan dari hasil diskusi tersebut. Yang membuat berkesan adalah dalam waktu yang singkat Moh Yamin merumuskan Ikrar Pemuda untuk kemudian diserahkan kepada Soegondo Djojopoespito sebagai ketua kongres.

3. Pertama Kali Didengarkan Lagu Indonesia Raya

Kongres pemuda juga dihadirkan oleh Wage Roedolf Soepratman. Melalui kesempatan ini W.R. Soepratman memperkenalkan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya. Akan tetapi karena dikawal oleh para polisi Belanda, W. R. Soepratman hanya memperdengarkan lewat gesekan biolanya saja karena dikhawatirkan kata “Indonesia Raya” dan “Merdeka” bisa menimbulkan masalah dengan polisi Belanda.

4. Dijadikan Museum Sumpah Pemuda

Kongres Sumpah Pemuda pada rapat ke tiga yang dilaksanakan di Jalan Kramat Raya nomor 106, kemudian diabadikan menjadi Museum Kongres Sumpah Pemuda. Sampai saat ini, museum itu dibuka untuk umum agar masyarakat dapat mengenal lagi sejarah-sejarah bangsa Indonesia.

Jika Hinet Lovers ingin mengetahui sejarah lebih lanjut mengenai Kongres Sumpah Pemuda, bisa langsung datang ke museum ini atau jika Hinet Lovers tidak bisa datang ke museum tersebut, kamu bisa mengakses di internet  di rumahmu dengan menggunakan paket internet rumah unlimited murah dari Hinet.

Leave a Reply

* Your email address will not be published.