Hinet Internet Cepat 4G LTE
Orang Indonesia Semakin Kreatif, Kali Ini Sedotan Bambu Laku Keras

Orang Indonesia Semakin Kreatif, Kali Ini Sedotan Bambu Laku Keras

Orang Indonesia Semakin Kreatif, Kali Ini Sedotan Bambu Laku Keras – Di saat mendatangi restoran cepat saji, pernahkah kamu melihat poster yang bertuliskan #NoStrawMovement? Aksi ini ditujukan untuk mengurangi penggunaan sedotan yang berbahan plastik. Bagi yang belum tahu, jumlah sampah plastik saat ini bisa dikatakan sangatlah banyak. Seperti misalnya di laut, banyak biota laut yang menjadi korban akibat sampah plastik yang sudah tak terbendung ini. Melihat kondisi yang memprihatinkan seperti ini, nyatanya beberapa orang kreatif asal Indonesia berhasil menciptakan sedotan ramah lingkungan non-plastik.

Nah! Kali ini, Hinet akan memberitahu kamu 2 warga Indonesia kreatif dan sukses berkat sedotan bambu yang dihasilkannya. Yuk langsung intip di bawah ini.

Yumna Batubara

Orang Indonesia Semakin Kreatif, Kali Ini Sedotan Bambu Laku Keras - Yumna Batubara

Semenjak tahun 2014, Yumna mulai merintis bisnis sedotan bambu ini. Adapun jenis bambu yang ia pakai sebagai bahan sedotan hasil ciptaannya adalah jenis bambu ‘tamiang’. Umumnya, bambu tamiang sering dipakai untuk menjadi bahan dasar pembuatan alat musik, contohnya seruling.

Sedotan bambu yang dihasilkan Yumna dapat bertahan hingga 2 tahun. Agar tetap awet selama itu, sedotan bambu harus rajin dicuci setelah dipakai, alangkah baiknya jika memakai sabun dan dilanjutkan dengan mengeringkannya menggunakan lap.

Menariknya, sedotan bambu hasil produksi usaha Yumna tidak hanya dijual di Tanah Air saja, melainkan di Australia, Jepang, dan juga Inggris. Hebat kan?

Baca Juga: Paket Internet Rumah, Home Sweet Home

Joko Prayitno

Orang Indonesia Semakin Kreatif, Kali Ini Sedotan Bambu Laku Keras - Joko Prayitno

Tidak hanya Yumna Batubara saja, pria asal Jaten Karanganyar bernama Joko Prayitno juga sukses merintis bisnis sedotan bambu. Sedotan ramah lingkungan yang dihasilkan mantan pengrajin mainan yang kerap disapa Yitno ini nyatanya diminati oleh warga lokal hingga mancanegara, seperti Jakarta, Bandung, Bali, hingga Jepang, Australia, dan Korea Selatan.

Bahan baku yang ia pakai berasal dari petani yan ada di Kediri, Ponorogo, Malang, dan daerah sekitar Jawa lainnya. Yitno dapat memproduksi sedotan bambu sekitar 10.000 hingga 15.000 perminggunya. Sehingga omzet yang ia dapat bisa mencapai Rp 30 juta.

Itulah 2 pengusaha kreatif asal Indonesia yang berhasil menjual sedotan ramah lingkungan hingga ke mancanegara. Mulai dari sekarang, guna meminimalisir penggunaan plastik ramah lingkungan alangkah baiknya jika kamu juga memakai sedotan berbahan bambu ini. Agar limbah plastik tidak bertambah.

Sebagai penutup, Hinet menawarkan Paket Internet Paling Murah yang dapat menunjang aktivitas internetanmu. Dapatkan paket internet cepat dan hemat di sini >>> Kuota Internet Murah 4G LTE

Leave a Reply

* Your email address will not be published.