Hinet Internet Cepat 4G LTE
Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih?

Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih?

Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih?  Saat kita mendengar kata “bule” sekilas yang pertama kali kamu pikirkan adalah seorang warga negara asing berkulit putih. Akan tetapi, pernahkan Hinet Lovers mencari tahu dari mana kata bule itu berasal? Bagaimana asal-usul kata “bule” menjadi kosa kata di Indonesia hingga masuk KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)? Berikut ini Hinet punya penjelasan asal-usul kata bule.

1. Asal Usul Nama Bule

Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih?

Asal-usul kata bule ternyata diambil dari penyederhanaan kata “bulai”. Menurut KBBI, kata bulai sebenarnya ditunjukan kepada siapa saja yang memiliki kelainan kulit karena kekurangan zat pigmen. Lalu kemudian kata bulai disederhanakan menjadi bule ketika menyebut orang asing yang berkulit putih. Awalnya kata bulai hanya ditujukan kepada orang asing yang berkulit putih, memiliki hidung mancung, serta berbadan tinggi seperti khasnya penampilan orang Eropa. Sebutan bule yang dahulunya kerap dialamatkan kepada orang asing dari Eropa saja, namun sekarang maknanya berubah menjadi luas. Orang Indonesia kemudian menyamaratakan, semua orang asing yang memiliki kesamaan rupa dengan orang Eropa juga dipanggil bule, meskipun orang itu bukan berasal dari Eropa.

2. Dibalik Orang yang Mempopulerkan Kata Bule

Sejak Kapan Istilah Bule Digunakan? Kenapa Identik dengan Kulit Putih?

Diperkirakan istilah “bule” mulai populer sejak tahun 1960. Benedict Anderson mengeklaim bahwa dirinya adalah orang pertama yang mempopulerkan kata itu. Benedict Anderson adalah seorang WNA yang sangat mendalami budaya Indonesia. Pada zaman kolonial Belanda dahulu, para laki-laki ingin dipanggil dengan sebutan “tuan” oleh orang Indonesia. Tetapi menurut Ben, kata tuan bukanlah suatu kata yang enak untuk didengar. Oleh karena Ben dikenal sebagai seorang yang pro-Indonesia, akhirnya Ben memutuskan untuk mencari kata yang sesuai untuk memanggil orang asing yang berkulit putih. Akhirnya Ia memutuskan untuk menggunakan kata “bulai” sebagai panggilan untuk orang asing berkulit putih.

3. Kata “Bule” di Mata Para WNA

Bule sebenarnya adalah kata yang tidak  baku dalam bahasa Indonesia. Kata yang baku adalah “bulai”. Berdasarkan sejumlah pengakuan, meskipun kata bule tidak berarti negatif sama sekali, tetapi para WNA cukup terganggu ketika sedang berjalan tiba-tiba dipanggil “bule” tanpa tujuan yang jelas atau hanya sekadar iseng.

4. Apakah Bule Merupakan Kata yang Mengandung Unsur Rasis?

Menurut Benedict Anderson, kata bule sebenarnya sama sekali tidak mengandung unsur rasis. Hal ini diungkapkan di dalam buku autobiografinya yang berjudul Hidup di Luar Tempurung. Menurut pendapat Ben, justru yang mengandung unsur rasis adalah ketika orang Indonesia menyebut orang yang berkulit putih dengan kata “tuan”. Kata bule digunakan hanya untuk menyetarakan status antara orang asing berkulit putih dengan pribumi. Jadi, dapat disimpulkan kalau kata bule bukan sesuatu yang rasis.

Nah, bagaimana Hinet Lovers, sudah tidak penasaran lagi kan. Apakah dalam bahasa daerahmu ada istilah lain untuk menyebut orang asing selain menggunakan kata “bule”? Share di kolom komentar di bawah ya, dan jangan lupa menggunakan Modem Wifi 4G dari Hinet supaya internet lancar terus dan tetap hemat.

Leave a Reply

* Your email address will not be published.